Cara Mendiagnosis Kompresor AC Mobil yang Rusak - Dunia Laki

Cara Mendiagnosis Kompresor AC Mobil yang Rusak

Tidak perlu banyak waktu atau pengalaman untuk mendiagnosa kompresor AC yang rusak atau gagal. Anda bisa melihat dan mengindikasi tanda-tanda kerusakan pada kompresor AC mobil kesayangan anda. Anda akan tahu Anda memiliki masalah ketika Anda mendapatkan udara panas dan bukan udara dingin dari sistem pendingin udara.



Periksa sabuk kompresor dan kabel dengan kondisi mesin mati untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Namun, Anda juga harus memeriksa hub kopling kompresor dengan mesin yang berjalan untuk memastikan bahwa kopling terpasang.

1. Cari kompresor di belakang radiator sistem AC kendaraan Anda.

Dengan mematikan mesin, periksa kompresor dari minyak, kerusakan cat atau karat yang mengindikasikan perlu mengganti unit kompresor tersebut.

2. Periksa kondisi sabuk penggerak yang terpasang ke kompresor.

Sabuk penggerak ini terletak di dekat kopling. Pastikan sabuk penggerak terpasang dengan ketat dan tidak ada kerusakan.

3. Putar hub kopling.

Hub kopling ini adalah bagian bulat yang menempel pada kompresor. Pastikan itu berputar dengan resistansi minimal.

4. Lihatlah kabel di sekitar kompresor.

Jika Anda melihat tanda tanda kabel terbakar atau menunjukkan tanda-tanda overheating lainnya, maka Anda harus memperbaiki kabel.

5. Nyalakan mesin, dan nyalakan AC ke setelan dingin tertinggi.

Setelah itu matikan AC untuk melihat perubahan kinerja pada mesin.

6. Periksa hub kopling saat mesin sedang berjalan.

Pastikan bahwa hub bergerak dan berputar dengan kecepatan belt. Juga, periksa sabuk penggerak. Pastikan bahwa belt tidak tergelincir saat unit sedang beroperasi.

7. Uji suhu selang.

Jika terlihat terlalu panas saat menguji dengan mesin menyala, maka Anda harus mengganti selang. Juga, periksa kebocoran refrigran.

Tips perawatan yang dianjurkan:

Gunakan spesifikasi standart yang ditetapkan oleh produsen kendaraan saat mengganti suku cadang. Khususnya, sabuk penggerak dan selang harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Lakukan perawatan lengkap pada sistem pendingin udara setiap dua tahun untuk mendapatkan kinerja terbaik.

Lakukan tindakan pencegahan saat memeriksa kompresor, belt, dan selang dengan posisi mesin yang sedang dihidupkan. Hindari menghirup gas dengan berada di area yang terlindung dengan baik atau menggunakan masker penutup hidung dan mulut.

You May Also Like

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)